Selamat Hari Palang Merah Indonesia 17 September 2020

Sumber instagram @bidanidn

Sejarah PMI berawal dari masa penjajahan Belanda, pada tanggal 12 Oktober 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Organisasi Palang Merah di Indonesia bernama Het Nederlandse Indische Rode Kruis disingkat menjadi NIRK. Lalu diubah menjadi NERKAI (Nederlandse Rode Kruis Afdelinbg Indie).

PMI (Palang Merah Indonesia) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI memiliki beberapa divisi, seperti divisi kesehatan, relawan, kelembagaan, penanggulangan bencana, dan yang lainnya.

Nah, kemudian pada tahun 1932 muncullah semangat dari pribumi untuk mendirikan Organisasi Palang Merah sendiri. Gagasan ini dipelopori oleh dr. Rumondor Cornelis Lefrand Senduk dan dr. Bahder Johan. Namun sayangnya pengajuan ini ditolak.

Senduk adalah dokter kelahiran Minahasa yang juga terlibat menjadi salah satu tokoh penting di Sumpah Pemuda. Sementara Bahder Johan di kemudian hari dikenal sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Kabinet Natsir dan Kabinet Wilopo.

Kemudian mengajukan permohonan pendirian PMI pada Kongres NERKAI pada tahun 1940, namun ditolak kembali oleh Jepang pada saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, hingga akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 2020. Setelah itu, baru pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno menggagas dr. Buntaran Martoatmodjo sebagai Menteri Kesehatan untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional.

Nah, pada tanggal 5 September 1945 dr Guntaran selaku Menteri Kesehatan membentuk Panitia 5 yang terdiri dari : dr. R. Mochtar, dr. Bahder Johan, dr. Joehana, dr. Marjuki, dan dr. Sitanala untuk memperjuangkan dan mempersiapkan pembentukan Palang Merah di Indonesia.

Tepat pada tanggal 17 September 1945 terbentuklah PMI (Palang Merah Indonesia) yang diketuai oleh Drs. Muhammad Hatta. Hal ini yang melatarbelakangi Hari PMI diperingati setiap tanggal 17 September.

PMI telah memberikan berbagai macam bantuan sosial sejak awal berdiri. Berdasarkan kiprah dan peran besar organisasi ini, Pemerintah Republik Indonesia Serikat mengeluarkan Keppres No. 25 tanggal 16 Januari 1950.Pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, Keppres tersebut dikuatkan dengan Keppres No. 246 tanggal 29 November 1963. Dengan dikeluarkannya Keppres itu, Pemerintah RI resmi mengakui keberadaan PMI. Berdasarkan Keppres itu, tugas utama PMI adalah memberikan bantuan pertama pada korban bencana alam dan korban perang sesuai dengan amanat Konvensi Jenewa 1949.

Kemudian pada tanggal 16 Januari 1950 pihak Belanda memberikan semua aset Nerkai pada PMI karena sewaktu itu tidak diperbolehkan ada 2 lembaga dalam satu negara. Akhirnya Nerkai bubar. Pertemuan Nerkai diwakili dr. B Van Rich dan dari pihak PMI diwakili oleh dr. Bahdar Johan.

Perkembangan pada tahun 2018 PMI merupakan badan hukum tercatat dalam UU No 1 Tahun 2018 mengenai Kepalangmerahan guna menjalankan tugas Kepalangmerahan. Tugas untuk mencegah, meringankan penderitaan dan melindungi korban tawanan perang dan bencana tanpa membedakan agama, ras, jenis kelamin, warna kulit, suku bangsa dan pandangan politik.

Sampai saat ini, PMI terus melakukan tugasnya untuk memberi bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. PMI kini telah memiliki perwakilan di 33 Provinsi, 474 Kabupaten/Kota dan 3.406 Kecamatan. Angka tersebut berdasarkan data per Februari 2019. PMI pun memiliki hampir 1,5 juta relawan yang membantu program-program organisasi yang sekarang dipimpin Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla tersebut.

Demikian sejarah singkat awal terbentuk nya PMI. Selamat Hari Palang Merah Indonesia. Setetes darah anda adalah nyawa bagi sesama.

Diterbitkan oleh bidanidn

Support bidan Indonesia

%d blogger menyukai ini: