Daftar Webinar BKKBN 24 Februari 2021

Memperingati Hari Kanker Sedunia pada tanggal 4 Februari 2021 lalu, BKKBN RI dan Astra akan melaksanakan webinar “Health Talk : Lindungi Diri & Keluarga dari Kanker Serviks” sebagai bentuk kepedulian bersama dalam membangun kesadaran pentingnya memahami dan mencegah terjadinya kanker serviks.
.
Akan hadir narasumber Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan beberapa narasumber keren lainnya. Acara ini akan dipandu oleh moderator, Deputi Bidang KBKR BKKBN RI, Dr. Eni Gustina, MPH.
.
Bagi kamu yang ingin berpartisipasi bisa langsung mendaftarkan diri melalui link di bawah ini:

Klik DISINI
.
Setelah mendaftar, Link Zoom: klik DISINI untuk Join Webinar
.
Atau kamu bisa menyaksikan juga Live via Youtube BKKBN Official:
Klik DISINI
.
Bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan doorprize 6 PAKET VAKSIN HPV & 50 VOUCHER konsultasi dokter di aplikasi Halodoc.
.
.
.
#BKKBN #bidanidn #kebidanan #Bidanindonesia #mahasiswabidan
#KeluargaHebatTerencana
#BerencanaItuKeren

Daftar Webinar STIKIM RABU 24 Februari 2021

Klik DISINI untuk Daftar Webinar

Demikian artikel mengenai DAFTAR WEBINAR . Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Webinar RSIA Dedari 27 Februari 2021

Dalam Rangka HUT RSIA Dedari Kupang yang Ke-12 tahun 2021 maka kami menyelenggarakan Webinar Kesehatan GRATIS
Webinar ini Ber SKP : 2 SKP IBI
Jangan lupa catat tanggalnya dan join bersama kami dengan pembicara² hebat..

Llve Youtube : RSIA Dedari Kupang
Facebook : Rsia Dedari Kupang

RSIA DEDARI is inviting you to a scheduled Zoom meeting.

Topic: Webinar Kesehatan Dalam Rangka HUT RSIA Dedar Kupang Ke-12 Tahun ” Tema : Siasat Hidup Sehat di Era Pandemi Covid-19″
Time: Feb 27, 2021 09:00 AM Singapore

Join Zoom Meeting
Klik DISINI untuk mengikuti Webinar pada tanggal yang sudah ditentukan

Meeting ID: 854 1201 9826
Passcode: RSIAD12

Demikian artikel mengenai WEBINAR . Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Persalinan Patologi : Preeklamsi

Pagi #SobatBidanidn, seperti yang kita ketahui setiap ibu hamil memiliki resiko. Maka dari itu penting sekali untuk pemeriksaan berkala ke Bidan terdekat.

Kondisi Patologi yang banyak dijumpai ialah kasus preeklamsi. Preeklamsia adalah kondisi peningkatan tekanan darah disertai kandungan protein dalam urine. Kondisi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Preeklamsia harus diberikan penanganan untuk mencegah komplikasi dan berkembang menjadi eklamsi yang dapat mengancam nyawa ibu hamil dan janin. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia adalah ibu hamil berusia lebih dari 40 tahun atau di bawah 20 tahun.

Preeclampsia - alodokter
Sumber instagram : Jennifer Bachdim

Gejala Kasus Preeklamsia

Preeklamsia umumnya berkembang secara bertahap. Tanda dan gejala yang akan muncul seiring dengan perkembangan preeklamsia diantaranya :

  • Tekanan darah tinggi
  • Proteinuria (ditemukannya protein di dalam urin)
  • Sakit kepala berat atau terus-menerus
  • Pandangan kabur atau sensitif terhadap cahaya
  • Nyeri di perut kanan atas
  • Sesak nafas
  • Pusing, lemas, dan tidak enak badan
  • Frekuensi buang air kecil dan volume urine menurun
  • Mual dan muntah
  • Bengkak pada tungkai, tangan, wajah, dan beberapa bagian tubuh lain
  • Berat badan naik secara tiba-tiba

Penyebab Kasus Preeklamsia

Penyebab preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan perkembangan dan fungsi plasenta, yaitu organ yang berfungsi menyalurkan darah dan nutrisi untuk janin.

Kelainan tersebut menyebabkan pembuluh darah menyempit dan timbulnya reaksi yang berbeda dari tubuh ibu hamil terhadap perubahan hormon. Akibatnya, timbul gangguan pada ibu hamil dan janin.

Meskipun penyebabnya belum diketahui, sejumlah faktor berikut ini dinilai dapat memicu gangguan pada plasenta:

  • Riwayat penyakit diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, autoimun dll
  • Riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya
  • Baru pertama kali hamil
  • Hamil lagi setelah jeda 10 tahun dengan kehamilan sebelumnya
  • Hamil di usia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 40 tahun
  • Gemeli
  • Mengalami obesitas saat hamil, yang ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) ≥30 kg/m2
  • Kehamilan yang sedang dijalani merupakan hasil program bayi tabung (in vitro fertilization)
  • Ada riwayat preeklamsia dalam keluarga

Diagnosis Kasus Preeklamsia

Saat Bunda memeriksakan kondisi kehamilan pada Bu Bidan, maka Bidan akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, termasuk tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, pembengkakan pada tungkai, kaki, dan tangan, menghitung usia kehamilan serta taksiran persalinan dan kondisi kandungan. Dan seiring dilakukannya pemeriksaan, Bu Bidan akan mendeteksi sedini mungkin kondisi kehamilan Bunda. Sehingga jika hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi Patologi / abnormal akan segera diketahui.

Jika tekanan darah ibu hamil lebih dari 140/90 mmHg pada 2 kali pemeriksaan dengan jeda waktu 4 jam, Bu Bidan akan melakukan pemeriksaan penunjang berikut untuk memastikan diagnosis preeklamsia:

  • Pemeriksaan urine, untuk mengetahui kadar protein dalam urine
  • Pengambilan sampel darah, untuk memeriksa fungsi hati, ginjal, dan jumlah trombosit darah

Klasifikasi Kasus Preeklamsi

  • Preeklamsia Ringan (PER)
  • Preeklampsia Berat (PEB)

Selanjutnya kasus bisa berlanjut lebih kompleks menjadi :

  • Eklamsi

Pengobatan Kasus Preeklamsia

Obat-obatan

Sambil tetap menerapkan pola hidup sehat, Bu Bidan akan memberikan obat-obatan berikut pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia:

  • Obat antihipertensi
    Obat antihipertensi biasanya diberikan jika tekanan darah ibu hamil sangat tinggi. Umumnya jika tekanan darah ibu hamil masih berkisar pada 140/90 mmHg, tidak diperlukan pemberian obat antihipertensi.
  • Obat kortikosteroid
    Obat ini digunakan pada preeklamsia berat atau saat terjadi sindrom HELLP. Selain itu, obat ini dapat mempercepat pematangan paru-paru janin.
  • Obat MgSO4
    Pada preeklamsia berat, Bu Bidan akan memberikan suntikan MgSO4 untuk mencegah komplikasi, seperti kejang. Dan selanjutnya di rujuk ke Fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

Perawatan di rumah sakit

Bila preeklamsia cukup berat atau semakin parah, ibu hamil akan dirawat agar kondisinya terpantau. Selama perawatan, dokter akan melakukan pemeriksaan darah, NST, dan USG secara rutin guna memantau kesehatan ibu hamil dan janin.

Perawatan setelah melahirkan

Setelah melahirkan, pemantauan tetap perlu dilakukan. Biasanya, pasien perlu menjalani rawat inap beberapa hari setelah melahirkan. Pasien juga tetap perlu mengonsumsi obat antihipertensi yang diresepkan oleh dokter dan melakukan kontrol rutin sampai sekitar 6 minggu setelah melahirkan.

Komplikasi Preeklamsia

Jika tidak ditangani, preeklamsia dapat menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Eklamsia, yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kejang
  • Kerusakan organ, seperti edema paru, gagal ginjal, dan gagal hati
  • Penyakit jantung
  • Gangguan pembekuan darah
  • Solusio plasenta
  • Stroke hemoragik
  • Sindrom HELLP

Komplikasi juga bisa menyerang janin. Komplikasi pada janin meliputi:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Lahir prematur
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Neonatal respiratory distress syndrome (NRDS)

Hal yang harus diperhatikan Bunda adalah :

  • Melakukan kontrol rutin selama kehamilan
  • Mengontrol tekanan darah dan gula darah jika memiliki kondisi hipertensi dan diabetes sebelum kehamilan
  • Menerapkan pola hidup sehat, antara lain dengan menjaga berat badan ideal, mencukupi kebutuhan nutrisi, tidak mengonsumsi makanan yang tinggi garam, rajin berolahraga, dan tidak merokok
  • Mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral sesuai saran Bu Bidan

Penulis : Bidan Fenny Sugih Hastini, S.ST

Daftar Webinar Orami Parenting : Speech Delay 24 Februari 2021

Salah satu faktor tumbuh kembang anak yang sangat penting adalah berkembangnya kemampuan bicara.

Namun saat ini, tak sedikit kasus keterlambatan bicara terjadi pada anak. Gangguan ini sering disebut dengan speech delay.

Mencegah dan Mengatasi Speech Delay, Rabu 24 Februari 2021 pukul 14.00-16.00 WIB

Akan ada hadiah menarik untuk Moms yang beruntung loh!

Link bergabung klik DISINI

Yuk join sekarang & See you Moms 😊

#bidanidn #Bidanindonesia

Demikian artikel mengenai DAFTAR WEBINAR . Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Selamat Hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari 2021

Happy weekend #SobatBidanidn,, tahukah kamu sejarah mencatat bahwa 21 Februari diperingati sebagai International Mother Language Day (IMLD) atau dikenal dengan Hari Bahasa Ibu Internasional.

Bahasa ibu adalah bahasa yang dikuasi pertama kali oleh seseorang setelah ia lahir, bahasa ibu juga bisa disebut sebagai bahasa daerah sebagai awal mula seseorang belajar berbahasa.
Peringatan itu konon bermula dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh.

Menurut UN.Org, gagasan untuk merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional adalah inisiatif Bangladesh. Negara Bangladesh setiap 21 Februari diperingati sebagai momen saat bangsanya berjuang untuk pengakuan atas bahasa Bangla.

Hari Bahasa Ibu Internasional adalah peringatan tahunan seluruh dunia yang diadakan pada 21 Februari, untuk mempromosikan kesadaran akan keanekaragaman bahasa dan budaya serta mempromosikan multibahasa.

Pertama kali diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1999, namun baru secara resmi diakui oleh Majelis Umum PBB dalam resolusi yang menetapkan pada tahun 2008 sebagai International Year of Languages (Tahun Internasional Bahasa). Melalui bahasa manusia mentransmisikan pengalaman, tradisi, dan pengetahuan.

Hari Bahasa Ibu Internasional sejatinya telah diperingati setiap tahun sejak tahun 2000, untuk mempromosikan perdamaian dan multibahasa di seluruh dunia dan untuk melindungi semua bahasa ibu di Dunia.

Selamat memperingati Bahasa Ibu Internasinal #SobatBidanidn

#BahasaIbu
#bahasaibuinternasional
#bidanidn
#Bidan

Penulis : Bidan Fenny Sugih Hastini, S.ST

Persalinan Patologi : Plasenta Previa

Selamat pagi #SobatBidanidn, bagaimana kabarnya hari ini? Pagi ini kita membahas Plasenta Previa. Ada yang pernah menemukan kasus ini? Mau itu pasien atau kasus di sekitarmu, pernahkah?

Plasenta Previa adalah kondisi dimana plasenta atau umumnya disebut ari-ari berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.

Plasenta adalah organ yang terbentuk di rahim pada masa kehamilan. Organ ini berfungsi mengantarkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin, dan membuang limbah dari janin.

Gejala Plasenta Previa, diantaranya :

  • Perdarahan keluar dari vagina pada usia kehamilan trimester kedua atau ketiga.
  • Perdarahan bisa berulang
  • Perdarahan dapat muncul setelah berhubungan intim
  • Perdarahan tidak disertai nyeri

Sedangkan Penyebab Plasenta Previa belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor resiko yang diduga dapat membuat ibu hamil mengalami plasenta previa, diantaranya :

  • Usia Ibu 35 tahun atau lebih
  • Bentuk rahim yang abnormal
  • Ada riwayat plasenta previa pada kehamilan sebelumnya
  • Ada riwayat abortus
  • Malposisi janin
  • Gemeli
  • Riwayat operasi rahim, seperti kuret, miom, atau SC.

Apa yang bisa memastikan seorang Ibu Hamil mengalami plasenta previa atau tidak? Jika Bidan menemukan kasus ini di BPM atau klinik tentu saja harus dibawa ke RS sesuai SOP.

Cara dokter mendiagnosa pasien yang mengalami plasenta previa adalah :

  • USG Transvaginal
  • USG panggul
  • MRI

Bagaimana cara #SoBid menangani kasus ini?

  • Perdarahan sebelum usia 36 minggu jika perdarahan ringan dan tidak berulang akan disarankan : bed rest, menghindari berhubungan seks dan olahraga
  • Perdarahan 36 minggu atau lebih akan disarankan untuk segera terminasi kehamilan.

Sedangkan komplikasi yang dapat terjadi dari kasus plasenta previa, diantaranya :

  • Syok
  • Penggumpalan darah
  • Prematur
  • Asfiksia

Demikian artikel mengenai Plasenta Previa. Tuliskan komentar di bawah ini jika ada yang kurang dipahami, dan jika ada rekomendasi materi yang ingin dibahas secara lengkap atau pun yang ingin menambahkan info terkait kebidanan atau kesehatan.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Penulis : Bidan Fenny Sugih Hastini, S.ST

Nifas : Sub Involusi Uteri

Pagi #SobatBidanidn, sesuai kuis bidanidn kemarin di instagram. Masih banyak yang belum tahu istilah sub involusi uteri.

Inilah pentingnya kunjungan Nifas yang dilakukan oleh seorang Bidan. Sehingga Bidan bisa menskrining sedini mungkin keluhan yang dialami Ibu pasca melahirkan. Proses sub involusi uteri ini belum banyak diketahui oleh orang awam.

Sub involusi uteri adalah proses kembalinya uterus yang terlambat karena adanya infeksi endometrium, sisa placenta, bekuan darah atau mioma uteri. Sebaliknya, proses yang normal terjadi setelah persalinan ialah INVOLUSI UTERUS dimana kembalinya kondisi rahim seperti sebelum hamil.

Apa saja faktor penyebab sub involusi uteri?

  • Lokia yang menetap/perdarahan segar
  • Persalinan lamaa
  • Anestesi
  • kandung kemih penuh
  • kelahiran yang sulit
  • retensio plasenta
  • ibu infeksi

Lalu, apa GEJALA yang timbul?

Kondisi ini dapat bersifat asimtomatik. Gejala-gejala utama di antaranya adalah:

▪️Keluarnya lokia abnormal yang berlebihan atau berkepanjangan
▪️Perdarahan uterus yang tidak teratur atau berlebihan
▪️Kram nyeri yang irreguler pada kasus-kasus tertahannya hasil konsepsi atau kenaikan suhu pada sepsis

Tanda – tanda yang dapat ditemukan pada proses sub involusi uteri diantaranya :

▪️Tinggi uterus adalah lebih besar dari normal pada hari-hari tertentu dari masa nifas. Uterus saat nifas normal dapat tergantikan oleh kandung kemih penuh atau rektum yang terisi penuh. Rasanya berlumpur dan lembut pada palpasi.

▪️Adanya tanda khas yang membuat subinvolusi semakin jelas.

Penatalaksanaan yang dilakukan pada sub involusi uteri diantaranya :

▪️Antibiotik pada endometritis
▪️Eksplorasi rahim pada hasil konsepsi tertahan
▪️Kerokan pada sisa plasenta yang tertinggal di dalam uterus.
▪️Ergometrine sering diresepkan untuk meningkatkan proses involusi dengan mengurangi aliran darah dari uterus.

Demikian artikel mengenai Sub Involusi Uteri. Tuliskan komentar di bawah ini jika ada rekomendasi materi yang ingin dibahas secara lengkap atau pun yang ingin menambahkan info terkait kebidanan atau kesehatan.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Daftar Webinar HOGSI Malang Seri 73 19 Februari 2021

Klik DISINI untuk Daftar Webinar

Demikian artikel mengenai DAFTAR WEBINAR . Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕

Webinar ide permainan anak 19 Februari 2021

Daftar Webinar ini klik DISINI

Demikian artikel mengenai DAFTAR WEBINAR . Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar.

Support Bidan Indonesia dengan klik follow, like, and share artikel untuk sharing ilmu kebidanan kepada rekan sejawat lainnya. Follow website bidanidn.com untuk notifikasi terupdate dan subscribe, like dan share channel Youtube bidanidn. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia. 🤗💕