Sertifikat Webinar HOGSI Malang Seri 15

Indonesia masih dihadapkan dengan polemik COVID-19 yang belum nampak mereda, namun situasi sosial ekonomi telah memaksa dimulainya kembali aktivitas masyarakat dengan tatanan baru. Lalu bagaimana dg resiko kesehatan yang terjadi pada situasi tsb? Herd immunity menjadi salah satu wacana yang telah ramai diperbincangkan, namun masih menjadi perdebatan juga dari aspek humanisme nya.

HOGSI Malang menghadirkan beberapa tokoh pakar nasional pada hari :

Sabtu 20 Juni 2020, pkl.09.00-12.00

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

Berikut link sertifikat yang telah mengikuti Webinar ini :

http://bit.ly/sertifikatws-15

Demikian artikel mengenai sertifikat Webinar HOGSI Malang Seri 15. Berikan komentar jika ada yang ingin menambahkan info terkait materi atau sertifikat Webinar. Dukung terus Web ini dengan klik follow, like, and share artikel. Terimakasih semoga bermanfaat Bu Bidan Indonesia.

Apa Jadwal Webinar Hari Ini Sabtu, 27 Juni 2020?

Berikut Bidan Indonesia merangkum jadwal Webinar untuk hari ini, Sabtu, 27 Juni 2020, untuk memudahkan Bu Bidan dalam mengakses ilmu kebidanan :

1. Telaah Kampung KB Ragam Perspektif

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

2. Mempersiapkan Wanita Hamil dan Anak-anak Memasuki Masa Normal Baru

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

3. Peningkatan Keterampilan Kegawatdaruratan pada Masyarakat

https://www.youtube.com/channel/UCSueIlG-RwZqiNABlowktBA

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

4. Penatalaksanaan Kehamilan dan Persalinan di Era Pandemi Covid-19

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

5. Pelayanan dan Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak Pada Era New Normal

https://www.youtube.com/channel/UCot5aqu6rlsx10XLMOIJxeg

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

6.Rekayasa Pembelajaran Adaftip dalam Rencana Pembelajaran di Era New Normal

https://youtu.be/HYN5TeNuWM8

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

7. Perancangan Pembelajaran Institusi Pendidikan Vokasional DI Era New Normal

https://www.youtube.com/channel/UCPtaQRBokOxCXNeVZPuxkww

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

8. Peran Bidan dalam Menjaga Imunitas Ibu Hamil DENGAN malaria pada Era New Normal Covid-19

https://youtu.be/_HXKW8Ah6NI

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

9. Saatnya Bidan dan Perempuan Bersatu, Bergerak Bersama untuk Mencapai Kesehatan Ibu dan Anak Menuju Indonesia Maju

https://www.youtube.com/channel/UCJYc5sQRQAq_9JYUInjOttA

Info Webinar.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

Silahkan dimanfaatkan ya Bu Bidan, adapun jika ada info tambahan terkait jadwal Webinar Hari ini mohon berikan komentar di kolom di bawah ini. Terima kasih

Sertifikat Webinar Nasional Universitas Sari Mulia Banjarmasin 18 Juni 2020

Assalamu’alaikum Wr. Wb.Salam sejahtera untuk kita semua

Bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak di tengah pandemi covid-19, menjadi suatu tantangan bagi bidan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan ibu di masa pandemi Covid-19 dalam Era New Normal dan memperingati HUT IBI yg ke 69 tahun, Jurusan Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia menyelenggarakan

WEBINAR NASIONAL KEBIDANAN
“SINERGITAS PELAYANAN KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN KEBIDANAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 MENUJU ERA NEW NORMAL”

📆Kamis, 18 Juni 2020
⏰10.00 – 13.00 wita

Nara Sumber :
🗣️ Lawrensia Lawintono, M.Sc (Pengurus IBI Pusat)
Tema : Kebijakan Pelayanan Kebidanan Di Indonesia, Pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Era New Normal

🗣️ Dr. dr. Pribakti Budinurdjaja, Sp.OG(K) (Ketua Perinasia Prov.Kalsel)
Tema : Peran Pelayanan Kebidanan dalam pencegahan dan penanganan maternal dan neonatal pada masa pandemik covid-19 dalam Era New Normal

🗣️ Supri Nuryani, SST., MM.Kes (Ketua IBI Prov.Kalsel)
Tema : Peran Bidan Pada Era New Normal Dalam Memberikan Asuhan Kebidanan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Kalimantan Selatan

🗣️ Anggrita Sari, S.Si.T., M.Pd., M.Kes (Wakil Rektor I Universitas Sari Mulia)
Tema : Tata Kelola Pendidikan Kebidanan Pada Era New Normal Dalam Masa Pandemi Covid-19

Dipandu Oleh :

👤 Moderator 1 : Desilestia Dwi Salmarini, S.S.T., M.Kes

👤 Moderator 2 : Zulliati, M.Keb Media
🎥 *(Zoom) dan Live Streaming▶️ Youtube *FREE for registration*🥰 You will get :
📄E-Certificate ✨ 2 SKP IBI

Info Webinar,
sumber instagram @bidan_ibi_id

Berikut link sertifikatnya bisa di download ya Bu Bidan

https://bit.ly/E-SertifikatWebinar1


https://bit.ly/E-SertifikatWebinar2


https://bit.ly/E-SertifikatWebinar3

Materi Webinar HUT IBI 69 yang telah dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2020

Sambutan

https://bit.ly/UNFPARepresentativespeechIBIAnniversary

https://bit.ly/UNFPARepsRemarks_HUTIBI

Materi

https://bit.ly/BKKBN_MateriIBI

https://bit.ly/Kesga_HUT_IBI_Kesga_KSdBalita-re2

https://bit.ly/IPAS_REVISI_Women_Centered_Care_and_Midwives_roles

https://bit.ly/UNFPA_Peran_Bidan_dalam_Kesehatan_Reproduksi_Bencana

Apa perbedaan PP IBI, PD IBI dan PC IBI?

Barangkali Bu Bidan Indonesia masih bingung apa perbedaan PP IBI, PD IBI dan Pc IBI. Kita simak artikel di bawah ini yuk, agar lebih mengenal jati diri kita sebagai seorang bidan.

Silahkan baca artikel ”Bagaiamana Perkembangan IBI dari tahun ke tahun?”

Dalam perkembangannya banyak kegiatan yang telah IBI jalankan. Pada kongres IBI yang kedelapan yang berlangsung di Bandung pada tahun 1982, terjadi perubahan nama Pengurus Besar IBI diganti menjadi Pengurus Pusat IBI, karena IBI telah memiliki 249 cabang yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia.

Sebelumnya dijelaskan terlebih dahulu peraturan kebijakan tentang Bidan. Pada Tahun 2018 Surpres untuk membahas RUU Kebidanan diterbitkan. Panja RUU Kebidanan Komisi IX DPR RI secara lebih intensif melakukan rapat kerja dengan Pemerintah (Kemenkes, Kemenristekdikti, Kemenaker, Kemendagri, KemenPAN-RB, dan KemenkumHAM).

Seiring berjalan waktu terdapat beberapa perubahan kebijakan, antara lain:

  1. Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2019 Tentang Kebidanan
  2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
  3. Permenkes Nomor 28 Tahun 2017 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan
  4. Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Tentang Keselamatan Pasien
  5. Permenkes Nomor 52 Tahun 2017 Tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus, Sifilis, Dan Hepatitis B Dari Ibu Ke Anak
  6. Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi
  7. Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
  8. Permenkes Nomor 17 Tahun 2017 Tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi Dan Alat Kesehatan
  9. Permenkes Nomor 97 Tahun 2014 Tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan, Dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Pelayanan Kontrasepsi, Serta Pelayanan Kesehatan Seksual
  10. Permenkes Nomor 25 Tahun 2014 Tentang Upaya Kesehatan Anak

Perkembangan Ikatan Bidan Indonesia di semua tingkatan dapat dikatakan semakin maju dan berkembang dengan baik. Sampai dengan tahun 2018, IBI telah memiliki 34 Pengurus Daerah, 509 Pengurus Cabang (di tingkat Kabupaten/Kota) dan 3.728 Pengurus Ranting IBI (di tingkat Kecamatan/unit Pendidikan/Unit Pelayanan). Jumlah anggota yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) 338.864 (Desember 2019), sedangkan jumlah bidan yang terdaftar di Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) ada 658.510 (MTKI, Agustus 2018).

Nah, bagaiamana Bu Bidan ? Sekarang lebih jelas mengenai perbedaan PP, PD dan PC IBI. Silahkan berikan tanggapan untuk artikel ini, agar semakin berkembang. Terima kasih semoga bermanfaat.

Bagaimana Perkembangan IBI dari tahun ke tahun?

Pada tanggal 24 Juni 1951 terbentuk organisasi profesi bidan yang bernama (Ikatan Bidan Indonesia). Dari tahun ke tahun IBI terus berkembang dengan hasil-hasil perjuangannya yang semakin nyata dan telah dapat dirasakan manfaatnya baik oleh masyarakat maupun pemerintah sendiri.

Baca artikel : Tanggal 24 Juni 2020, Bidan Indonesia memperingati HUT IBI loh!

Adapun tokoh-tokoh yang tercatat sebagai pemrakarsa konferensi tersebut adalah:

  • Ibu Selo Soemardjan,
  • Ibu Fatimah,
  • Ibu Sri Mulyani,
  • Ibu Salikun,
  • Ibu Sukaesih,
  • Ibu Ipah dan
  • Ibu S. Margua.

Pemrakarsa IBI inilah yang selanjutnya memproklamirkan IBI sebagai satu-satunya organisasi resmi bagi para bidan Indonesia. Hasil-hasil terpenting dari konferensi pertama bidan seluruh Indonesia tahun 1951 tersebut adalah:

  1. Sepakat membentuk organisasi Ikatan Bidan Indonesia, sebagai satu-satunya organisasi yang merupakan wadah persatuan & kesatuan Bidan Indonesia.
  2. Pengurus Besar IBI berkedudukan di Jakarta.
  3. Di daerah-daerah dibentuk cabang dan ranting. Dengan demikian organisasi/perkumpulan yang bersifat lokal yang ada sebelum konferensi ini semuanya membaurkan diri dan selanjutnya bidan-bidan yang berada di daerah-daerah menjadi anggota cabang-cabang dan ranting dari IBI.
  4. Musyawarah menetapkan Pengurus Besar IBI dengan susunan sebagai berikut:

Bidan Indonesia apakah ada yang masih bingung,”Apa perbedaan PP IBI, PD IBI dan PC IBI?”

Nah, tiga tahun setelah konferensi, tepatnya pada tanggal 15 Oktober 1954, IBI diakui sah sebagai organisasi yang berbadan hukum dan terdaftar dalam Lembaga Negara nomor: J.A.5/92/7 Tahun 1954 tanggal 15 Oktober 1954 (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia), dan pada tahun 1956 IBI diterima sebagai anggota ICM (International Confederation of Midwives).

Hingga saat ini IBI tetap mempertahankan keanggotaan internasional, dengan cara senantiasa berpartisipasi dalam kegiatan ICM yang dilaksanakan di berbagai negara baik pertemuan-pertemuan, lokakarya, pertemuan regional maupun kongres tingkat dunia dengan antara lain menyajikan pengalaman dan kegiatan IBI. IBI yang seluruh anggotanya terdiri dari wanita telah tergabung dengan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) pada tahun 1951 hingga saat ini IBI tetap aktif mendukung program-program KOWANI bersama organisasi wanita lainnya dalam meningkatkan derajat kaum wanita Indonesia.

Selain itu sesuai dengan Undang-Undang RI No.8 tahun 1985, tentang organisasi kemasyarakatan maka IBI dengan nomor 133 terdaftar sebagai salah satu Lembaga Sosial Masyarakat di Indonesia. Begitu juga dalam Komisi Nasional Kedudukan Wanita di Indonesia (KNKWI) atau National Commission on the Status of Women (NCSW). IBI merupakan salah satu anggota pendukungnya.

Pada kongres IBI yang kedelapan yang berlangsung di Bandung pada tahun 1982, terjadi perubahan nama Pengurus Besar IBI diganti menjadi Pengurus Pusat IBI, karena IBI telah memiliki 249 cabang yang tersebar di seluruh propinsi di Indonesia. Kemudian, kongres juga mengukuhkan anggota pengurus Yayasan Buah Delima yang didirikan pada tanggal 27 Juli 1982. Yayasan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota IBI, melalui pelaksanaan berbagai kegiatan.

Pada tahun 1985, untuk pertama kalinya IBI melangsungkan Kongres di luar pulau Jawa, yaitu di Kota Medan (Sumatera Utara) dan dalam kongres ini juga didahului dengan pertemuan ICM Regional Meeting Western Pacific yang dihadiri oleh anggota ICM dari Jepang, Australia, New Zealand, Philiphina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia. Bulan September 2000 dilaksanakan ICM Asia Pacific Regional Meeting di Denpasar Bali. Pada tahun 1986 IBI secara organisatoris mendukung pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana oleh Bidan Praktek Swasta melalui BKKBN.

Logo IBI

Di tingkat internasional, sebagai anggota International Confederation of Midwives (ICM) sejak 1956 IBI selalu aktif mengikuti kegiatan organisasi tersebut terutama kongres ICM maupun kongres ICM Regional Asia Pasific (Aspac). Pada Kongres ICM ke 30 di Praha, melalui bidding IBI berhasil ditetapkan menjadi tempat penyelenggaraan kongres ICM ke-32 dan akan diselenggarakan di Bali tahun 2020. Pada Kongres ICM ke-31 bulan Juni 2017 di Toronto Canada, Dr. Emi Nurjasmi, MKes Ketua Umum PPIBI 2013-2018 terpilih sebagai Koordinator ICM Asia Pasific.

Dalam menyikapi tantangan globalisasi, kemajuan dan  kebutuhan masyarakat Indonesia  yang semakin berkembang, maka IBI berkewajiban untuk menyusun Rancangan Undang Undang Kebidanan dan mengajukannya kepada lembaga yang berwenang. UU Kebidanan merupakan payung hukum profesi bidan, yang saat ini dalam tahap akhir pengesahan. Dalam pelaksanaan praktik kebidanan, bidan didukung oleh Peraturan Menteri Kesehatan yang telah mengalami perubahan dari Permenkes No 1464 tahun 2010 menjadi Permenkes 28 tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan. Dengan dinamika yang terjadi sampai tahun 2015 RUU Kebidanan belum dapat disahkan menjadi Undang-Undang dan pada akhirnya usulan rancangan Undang-Undang Kebidanan diambil alih oleh DPR menjadi RUU Kebidanan Inisiatif DPR.

Tahun 2016 Komisi IX telah membentuk Panitia Kerja (Panja) RUU Kebidanan dan telah aktif melakukan kegiatan seperti mengundang pakar, organisasi profesi terkait (POGI, IDAI, IDI); instansi pemerintah (Kementerian Kesehatan, Kemristekdikti, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Menpan-RB, Kementerian Dalam Negeri); serta kalangan Akademisi (Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya dan Universitas Padjadjaran).

Pengurus Pusat IBI telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mensosialisasikan dan menjaring aspirasi dari:

  • Pengurus Pusat dengan sesepuh
  • Pengurus Pusat dengan seluruh ketua PD, PC dan anggota
  • Pengurus Pusat dengan jurusan kebidanan dari seluruh poltekkes di Indonesia, perwakilan dari AIPKIND, HPTKes, dan Forum Komunikasi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemkes
  • Melalui kegiatan seminar dan HUT IBI di berbagai daerah bersama dengan Panja RUU Kebidanan Komisi IX DPR RI
  • Rakernas, PIT Bidan, serta website IBI
  • IBI juga mengundang pakar dalam rangka penguatan konsep RUU Kebidanan (Prof. Budi Sampurno, Prof. Adang Bachtiar, Sundoyo, SH, MH, Della Sherratt).

Pada Tahun 2018 Surpres untuk membahas RUU Kebidanan diterbitkan. Panja RUU Kebidanan Komisi IX DPR RI secara lebih intensif melakukan rapat kerja dengan Pemerintah (Kemenkes, Kemenristekdikti, Kemenaker, Kemendagri, KemenPAN-RB, dan KemenkumHAM).

Nah, begitulah Perkembangan Organisasi Profesi Bidan Indonesia IBI dari tahun ke tahun. Bagaimana komentar kamu mengenai artikel ini? Berikan tanggapan untuk selalu support dan membantu agar artikel Bidan Indonesia semakin berkembang ya. Semoga bermanfaat dan terima kasih. Slam Bidan Indonesia!

SELAMAT HARI BIDAN NASIONAL 24 JUNI 2020

Halo Bu Bidan dari Sabang sampai Merauke, apakah Bu Bidan tahu kenapa ya Hari Bidan Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juni? Tepat pada hari kemarin, 24 Juni 2020 Bidan Indonesia memperingati hari ulang tahun kita semua.

Hari Bidan Nasional.
Sumber instagram @bidan_ibi_id

Sebelum mengetahui sejarah bidan lebih lanjut, siapa sebenarnya yang dipanggil seorang Bidan. Baca artikel mengenai ”Siapakah Seorang Bidan

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas mengenai sejarah HUT BIDAN NASIONAL. Pada tanggal 24 Juni, lahir sebuah organisasi profesi Bidan dengan didirikannya Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Ikatan Bidan Indonesia (IBI) berdiri pada tanggal 24 Juni 1951 atas hasil konferensi bidan pertama, dan merupakan prakarsa bidan-bidan senior di Jakarta.

Konferensi pertama telah berhasil meletakkan landasan yang kuat serta arah kebutuhan untuk mendirikan organisasi profesi IBI, berbentuk kesatuan, bersifat nasional, dengan azas Pancasila dan UUD 1945. Beberapa tujuan konferensi IBI yang juga dirumuskan menjadi tujuan IBI, antara lain sebagai berikut:

  1. Menggalang persatuan dan persaudaraan antar sesama bidan serta kaum wanita pada umumnya, dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa
  2. Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta kesejahteraan keluarga
  3. Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
  4. Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat

Tak hanya sebagai organisasi profesi, IBI juga terdaftar sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hingga saat ini, IBI telah memiliki setidaknya 338.864 anggota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan 34 Pengurus Daerah di tingkat provinsi.

Baca juga artikel ”Apa perbedaan PP IBI, PD IBI dan PC IBI?”

Pada tahun 2020 ini, IBI genap berusia 69 tahun. Seperti di tahun sebelumnya, setiap peringatan selalu ada tema lahirnya IBI tersebut. Tahun ini, tema yang digalakkan ialah “Saatnya Bidan dan Perempuan Bersatu, Bergerak Bersama untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Menuju Indonesia Maju”.

Nah, begitulah sejarah singkat mengenai hari diperingatinya tanggal 24 Juni sebagai HUT IBI. Semoga IBI tetap menjalin silaturahmi Bu Bidan di seluruh Indonesia. Silahkan berikan komentar sapa dan salam untuk Bu Bidan dari Sabang sampai Merauke.

Bagaimana Perkembangan IBI dari tahun ke tahun?

Siapakah Seorang Bidan?

Bidan dipandang oleh orang awam sebagai orang yang menolong persalinan. Seorang bidan juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan seorang Ibu. Namun, sebenarnya seorang bidan berperan lebih luas dari apa yang dikenal di masyarakat.

Bidan, sahabat Ibu dan anak

Dalam kata lain, bidan dikenal sebagai seorang sahabat bagi Ibu. Bidan adalah tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasehat selama masa hamil, masa persalinan dan masa nifas, memfasilitasi persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir, dan bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, deteksi komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan.

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini mencakup pendidikan masa kehamilan dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak.

Bidan dapat praktik di berbagai tatanan pelayanan: termasuk di rumah, masyarakat, Rumah Sakit, klinik atau unit kesehatan lainnya. Nah, silahkan berikan komentar di bawah ini, apa arti Bidan untukmu?

Tahukah kamu kapan hari ulang tahun Bidan Indonesia? Selengkapnya Baca artikel ”SELAMAT HARI BIDAN NASIONAL 24 JUNI 2020

Bagaimana Penilaian dan Penghitungan SKP Bidan

Bu Bidan yang penasaran mengenai pengumpulan SKP, silahkan simak penjelasan di bawah ini. Jumlah SKP yang harus dipenuhi oleh Bu Bidan untuk mendapatkan Perpanjangan STR adalah minimal 25 SKP dalam 5 tahun. Pengajuan permohoan re-registrasi harus sudah dilakukan paling lambat 6 bulan sebelum masa berlaku STR habis. Kegiatan re-registrasi bidan dilakukan melalui proses pengumpulan bukti dokumen/sertifikat kompetensi (portofolio) dari perolehan SKP yang telah dikumpulkan selama 5 tahun.

Berikut ini terdapat rincian perolehan nilai SKP yang dibutuhkan sebagai berikut:

KETERANGAN:

  1. Nilai SKP yang harus diperoleh selama 5 tahun adalah 25 SKP atau 5 SKP/tahun.
  2. Nilai tanpa minimal yang dimaksud adalah komponen tersebut dapat kosong atau tidak diisi.
  3. Nilai minimal yang dimaksud pada tabel di atas adalah perolehan nilai SKP minimal yang harus
    dicapai oleh bidan.
  4. Nilai maksimal yang dimaksud pada tabel di atas adalah perolehan nilai SKP maksimal yang akan
    diperhitungkan

Demikian cara perolehan dan pengumpulan SKP Bidan. Semoga bermanfaat untuk keperluan Bu Bidan. Terima kasih semoga bermanfaat.

Bagaimana Cara Pengajuan STR (Surat Tanda Registrasi) Bidan

Seringkali Bu Bidan banyak yang bingung mengenai tata cara bagaimana memperpanjang STR Bidan. Mari simak secara detail cara pengajuan STR Bidan agar memudahkan Bu Bidan memahaminya.

  1. Bidan mengisi boring portofolio (buku log). Memulai pengajuan Perpanjangan STR ke Pengurus Ranting
  2. Setalah itu, pengurus ranting IBI melakukan verifikasi keabsahan data dan bukti fisik, dan melanjutkan permohonan ke PC IBI
  3. PC IBI menilai kecukupan SKP dan bukti pendukung. Nah ada 2 kemungkinan di bawah ini :
  • Jika tidak sesuai, PC IBI memberikan feedback ke Pengurus Ranting agar Bidan yang bersangkutan memenuhi kekurangannya
  • Jika sesuai, PC IBI mengusulkan surat permohonan rekomendasi perpanjangan STR ke PD IBI dengan melampirkan :
    Hasil Penilaian Pencapaian Nilai SKP
     Rekapan data pemohon
     Bukti transfer biaya administrasi perpanjangan STR

4. Setelah sesuai kemudian PD IBI memberikan rekomendasi untuk perpanjangan STR

5. PD IBI mengusulkan perpanjangan STR ke MTKP dengan tembusan ke PP IBI dengan melampirkan berkas berikut ini. Lampiran untuk

  • MTKP:
    • Fotocopy STR lama
    • Rekomendasi dari PD IBI untuk perpanjangan STR
    • Resume hasil penilaian dan catatan khusus tim penilai
  • PP IBI:
    • Tembusan permohonan perpanjangan STR
    • Bukti transfer sesuai rekapan

6. MTKI menerbitkan STR dan menyerahkan ke MTKP

7. MTKP mengusulkan perpanjangan STR ke MTKI

8. PD IBI menerima STR dari MTKP. Kemudian PD IBI mengirimkan STR ke PC untuk
diserahkan ke Pengurus Ranting agar didistribusikan kepada bidan yang bersangkutan

Demikian tata cara proses perpanjangan STR Bidan, salah satu alur re-registrasi Bidan. Semoga bermanfaat ya Bu Bidan. Silahkan berikan komentar atau tanggapan dan tambahan mengenai postingan ini. Jangan lupa follow ya Bu Bidan untuk membantu support blog ini semakin berkembang. Terima kasih.